Haliburton Melakukan Slam Dunk Pertama Kali Semenjak Cedera. Rabu, 26 November 2025, menjadi momen haru bagi penggemar Indiana Pacers saat Tyrese Haliburton membagikan video pemulihan yang viral di media sosial. Point guard berusia 25 tahun itu, yang absen sepanjang musim 2025/2026 akibat robekan tendon Achilles kanan sejak final NBA Juni lalu, akhirnya lakukan slam dunk pertama sejak cedera. Dengan caption sederhana “Week 22,” video pendek itu tunjukkan Haliburton melompat dari kaki kanan—kaki yang cedera—dan hantaman bola ke ring dengan mudah, disambut sorak rekan tim dan pelatih Rick Carlisle. Ini bukan sekadar latihan; ini tonggak besar di minggu ke-22 pemulihan, lima bulan pasca-operasi sukses. Pacers, yang terpuruk di posisi 13 Wilayah Timur dengan rekor 2-16, dapat suntikan semangat—Haliburton sudah jalan normal dan hadir di bangku tim, meski tak main. Video itu cepat viral, dapat jutaan views, dan jadi pengingat betapa cepatnya progresnya melebihi ekspektasi. INFO CASINO
Cedera yang Mengubah Musim Pacers: Haliburton Melakukan Slam Dunk Pertama Kali Semenjak Cedera
Cedera Haliburton terjadi tragis di Game 7 final NBA lawan Oklahoma City Thunder pada 22 Juni 2025. Saat kuarter pertama, dengan skor imbang 16-16, ia jatuh non-kontak saat dribel—diagnosis robekan Achilles kanan yang langsung akhiri partisipasinya. Sebelum itu, Haliburton sudah cetak 9 poin dalam 7 menit, tunjukkan performa All-Star keduanya berturut-turut. Musim reguler 2024/2025, ia rata-rata 20,7 poin, 10,9 assist, dan 4,8 rebound—membawa Pacers ke final pertama sejak 2000. Operasi sukses Juli lalu beri harapan, tapi tim medis konfirmasi absen total musim ini untuk hindari risiko. Dampaknya parah: Pacers kalah 14 dari 18 laga awal, tambah cedera Pascal Siakam dan Obi Toppin. Haliburton tetap hadir di latihan dan pertandingan, beri dukungan moral—seperti tepuk tangan untuk rekan usai slam dunk di video.
Tonggak Slam Dunk: Progres di Minggu 22: Haliburton Melakukan Slam Dunk Pertama Kali Semenjak Cedera
Video itu direkam saat shootaround sebelum laga lawan Detroit Pistons, 24 November. Haliburton lompat dari kaki kanan, hantaman kuat, dan teriak “Oh yeah!”—reaksi kegembiraan yang langka dari point guard 6’5” yang lebih dikenal visi passing daripada atletis. Ini pertama kalinya sejak cedera, dan lebih impresif karena pakai kaki yang robek. Rata-rata pemulihan Achilles butuh 8-10 bulan; Haliburton sudah di minggu 22, atau sekitar 5 bulan—jauh di depan jadwal. Pelatih Carlisle beri high-five langsung, bilang itu “langkah besar untuk mental dan fisik.” NBA bahkan lakukan tes doping seminggu kemudian, yang Haliburton anggap lucu. Ini bukan dunk sembarangan; ia tunjukkan kekuatan eksplosif kembali, meski belum lari penuh atau kontak. Progres ini selaras dengan update Oktober: ia sudah jalan bebas dan ikut drill non-kontak.
Dampak Positif bagi Tim dan Penggemar
Slam dunk ini bukan cuma pribadi; ia angkat semangat Pacers yang lagi krisis. Rekor 2-16 bikin draft pick tinggi jadi harapan, tapi Haliburton beri optimisme jangka panjang—ia kontrak hingga 2028, dengan opsi All-NBA. Penggemar di Gainbridge Fieldhouse beri standing ovation saat video ditayangkan di jumbotron lawan Charlotte Hornets, 19 November. Media sosial meledak: jutaan likes, dengan komentar dari LeBron James dan Stephen Curry puji ketangguhannya. Ini ingatkan era Kevin Durant atau Kobe Bryant, yang pulih Achilles dan balik lebih kuat. Bagi Pacers, Haliburton bukan cuma pemain; ia pemimpin yang beri assist dari pinggir lapangan, seperti saran taktik ke Andrew Nembhard. Progres ini juga tekan tim untuk bangkit—mereka menang dua laga terakhir, meski tipis.
Kesimpulan
Slam dunk pertama Tyrese Haliburton semenjak cedera Achilles jadi simbol harapan di tengah musim suram Pacers. Dari jatuh tragis di final hingga lompatan penuh semangat di minggu 22, ini cerita ketangguhan—bukti ia siap balik lebih tajam musim depan. Di usia 25, Haliburton tak cuma point guard; ia inspirasi bagi tim dan penggemar yang setia. Pacers mungkin kalah sekarang, tapi dengan bintang seperti ini, masa depan cerah. NBA penuh comeback, dan Haliburton tulis babaknya sendiri—satu dunk demi satu.