Solano Resmi Berpisah Dengan Dewa United Banten. Dunia basket Indonesia kembali diramaikan oleh berita perpisahan yang menyentuh hati. Galvis Solano, pebasket asal Republik Dominika yang menjadi pahlawan Dewa United Banten selama dua musim, resmi berpisah dengan tim pada 25 November 2025. Pengumuman ini datang tepat setelah tim merayakan gelar juara IBL 2025, trofi pertama dalam sejarah klub. Solano, yang dikenal sebagai pengatur serangan ulung, meninggalkan jejak mendalam dengan kecepatan dan kreativitasnya yang mengubah wajah Anak Dewa. Presiden klub, Michael Oliver Wellerz, menyampaikan rasa syukur atas dedikasi Solano, sambil menegaskan bahwa hubungan ini tak akan putus begitu saja. Di tengah persiapan musim 2026, perpisahan ini jadi momen nostalgia sekaligus awal babak baru bagi kedua pihak. INFO CASINO
Masuknya Solano ke Dewa United: Solano Resmi Berpisah Dengan Dewa United Banten
Galvis Solano pertama kali bergabung dengan Dewa United Banten pada awal IBL 2024 sebagai pemain asing ketiga, melengkapi skuad di bawah pelatih Pablo Favarel. Lahir 1 Juni 1994, Solano membawa pengalaman internasional dari FIBA World Cup 2023 bersama timnas Dominika, di mana ia tunjukkan visi permainan tajam. Debutnya langsung beri dampak: rata-rata 13 poin, 3,8 rebound, 6,7 assist, dan 1,9 steal per laga, bantu tim naik ke posisi kedua klasemen sementara. Kehadirannya lengkapi trio asing bersama Jordan Adams, ciptakan chemistry yang kuat. Favarel, yang kenal Solano sejak lama, sebut ia sebagai “pemain hebat yang sudah terbukti juara.” Musim itu, Dewa United pecahkan rekor sebagai tim baru yang paling kompetitif, dan Solano jadi kunci transisi cepat yang jadi ciri khas tim.
Kontribusi di Musim Juara 2025: Solano Resmi Berpisah Dengan Dewa United Banten
Puncak karier Solano di Dewa United datang pada IBL 2025, di mana ia jadi arsitek utama gelar juara pertama klub. Sebagai point guard, ia kendalikan tempo permainan dengan assist terbanyak di liga, sering pecah masalah saat tim terjepit. Statistiknya naik: lebih dari 14 poin dan 7 assist per laga, dengan akurasi tembakan dua poin 52 persen dan free throw 73,5 persen. Di final, Solano unggul di momen krusial, termasuk serangan balik yang hancurkan pertahanan lawan. Ia juga dipanggil timnas Dominika untuk Kualifikasi FIBA AmeriCup 2025, di mana ia bantu tim raih rekor 2-2 dan posisi kedua klasemen. Di luar lapangan, Solano bangun fondasi kepemimpinan, motivasi pemain muda seperti Arki Dikania Wisnu. Keberhasilannya ini tak hanya beri trofi, tapi angkat standar Dewa United jadi kontender serius di liga.
Alasan Perpisahan dan Respons Klub
Perpisahan Solano dengan Dewa United untuk musim 2026 didasari kesepakatan mutual, meski detail kontrak tak diungkap. Setelah dua tahun penuh prestasi, Solano pilih cari tantangan baru, mungkin kembali ke Eropa atau liga Amerika Latin, di mana ia punya akar kuat. Klub pahami keputusan ini, mengingat Solano pernah bilang “pekerjaan belum selesai” saat perpanjang kontrak 2025—tapi kini, trofi sudah di tangan. Michael Oliver Wellerz sebut Solano sebagai “pekerja keras yang utamakan tim,” dan ucapkan terima kasih atas profesionalismenya. Klub rencanakan rekrut pengganti cepat, fokus pada pemain yang cocok dengan identitas cepat dan kolektif. Perpisahan ini mirip dengan yang dialami pelatih Pablo Favarel Agustus lalu, tapi Wellerz yakin tim siap adaptasi dengan roster muda yang sudah teruji di IBL All Indonesia.
Dampak bagi Musim Depan
Hilangnya Solano tinggalkan lubang di posisi point guard, di mana Dewa United butuh pengganti yang bisa ciptakan assist dan kendalikan ritme seperti ia. Tim yang finis juara 2025 dengan rekor impresif kini harus perkuat kedalaman, terutama setelah pisah dengan Favarel. Namun, warisan Solano beri fondasi: pemain lokal seperti Wisnu dan rookie baru siap ambil alih. Klub lanjut program pembinaan, termasuk turunkan pemain muda di turnamen pra-musim. Penggemar khawatir soal transisi, tapi optimis karena Dewa United sudah bangun basis fans kuat dan sistem seleksi profesional. Musim 2026 bisa jadi ujian, tapi juga peluang buat generasi baru unjuk gigi, sambil jaga hubungan internasional yang dibangun Solano.
Kesimpulan
Perpisahan Galvis Solano dengan Dewa United Banten tutup babak emas, tapi buka pintu kenangan manis dari gelar IBL 2025. Dari pendatang asing biasa jadi legenda Anak Dewa, Solano tinggalkan blueprint sukses: kerja tim, kreativitas, dan lapar prestasi. Klub, dengan apresiasi tulus dari Wellerz, siap maju tanpa ia, fokus pada regenerasi dan identitas yang tak pudar. Bagi Solano, ini langkah alami ke petualangan baru, sementara Dewa United janji pertahankan api juara. Di liga yang kian kompetitif, perpisahan seperti ini ingatkan: basket bukan soal individu, tapi cerita bersama yang abadi. Selamat jalan, Gelvis—dan sampai jumpa di lapangan lain.