SGA Pimpin MVP Race Januari 2026 NBA. Shai Gilgeous-Alexander (SGA) menutup Januari 2026 sebagai pemimpin sementara race MVP NBA musim ini. Guard Oklahoma City Thunder itu membukukan rata-rata 32,7 poin, 6,4 assist, 5,9 rebound, dan 1,8 steal per laga selama 14 pertandingan Januari dengan efisiensi luar biasa (FG% 51,8%, 3PT% 42,1%). Thunder finis bulan ini dengan rekor 12-3 dan tetap memimpin Western Conference dengan selisih kemenangan atas Denver Nuggets. SGA kini jadi favorit utama di hampir semua sportsbook dan polling media—odds MVP-nya berada di kisaran -220 hingga -280, unggul jauh dari Nikola Jokić, Giannis Antetokounmpo, dan Luka Dončić. Di usia 27 tahun, SGA sedang menjalani musim karier terbaik dan membawa Thunder dari tim rebuild menjadi contender serius. BERITA OLAHRAGA
Statistik Monster dan Konsistensi Tinggi: SGA Pimpin MVP Race Januari 2026 NBA
Januari 2026 jadi bulan terbaik SGA sepanjang karier. Ia mencetak 30+ poin dalam 11 dari 14 laga, termasuk empat kali 40+ poin (puncak 44 poin vs Lakers). Shooting-nya sangat efisien: 51,8% FG, 42,1% 3PT, dan 91,7% FT. Turnover tetap rendah (rata-rata 2,3 per game) meski ia pegang bola paling banyak di Thunder. Di sisi defense, SGA jadi penutup elite—1,8 steal per game menempatkannya di top 5 liga, dan ia sering mengganggu pick-and-roll lawan dengan quick hands. Thunder punya defensive rating terbaik liga (104,1 poin per 100 possessions) sebagian besar berkat kontribusi SGA di kedua sisi. Ia juga jadi pemimpin clutch: sudah mencatat 7 game-winner musim ini, termasuk buzzer-beater melawan Clippers dan layup krusial lawan Nuggets. Konsistensi ini membuatnya unggul jauh di voting MVP awal dari para analis dan pemain.
Dampak bagi Thunder dan Narasi MVP: SGA Pimpin MVP Race Januari 2026 NBA
Thunder memimpin NBA dengan rekor 34-11, unggul dari Cavaliers dan Nuggets di Barat. Kehadiran SGA membuat tim ini punya identitas jelas: offense cepat, defense agresif, dan transisi mematikan. Chet Holmgren, Jalen Williams, dan Cason Wallace semakin berkembang di sekitar SGA, menciptakan tim yang seimbang dan sulit dikalahkan. Narasi MVP musim ini semakin condong ke SGA. Ia unggul dari Jokić (yang absen beberapa laga karena lutut), Luka Dončić (yang meski monster, Mavericks kurang dominan), dan Giannis (Bucks lagi inkonsisten). Banyak analis bilang jika Thunder finis sebagai seed 1 Barat dan SGA pertahankan level ini, ia hampir pasti MVP—sesuatu yang belum pernah diraih pemain Thunder sejak Kevin Durant 2014. Fans di Paycom Center sudah rutin chant “MVP” setiap SGA sentuh bola.
Prospek dan Tantangan ke Depan
SGA dan Thunder punya jadwal cukup berat menjelang All-Star break: lawan Celtics, Knicks, Warriors, dan Clippers dalam dua minggu ke depan. Jika ia terus tampil di level ini, rentetan 30+ poin bisa tembus 25 laga—angka yang akan memperkuat case MVP-nya. Tantangan terbesar adalah menjaga kesehatan—SGA sudah main 45 laga dan jarang istirahat, tapi tim medis Thunder bilang ia dalam kondisi prima. Pelatih Mark Daigneault bilang “Shai lagi main di level yang berbeda—dia pemimpin di lapangan dan ruang ganti”. Jika Thunder tetap di puncak hingga akhir musim reguler, SGA punya peluang besar jadi MVP pertama Thunder sejak KD. Fans basket Indonesia yang nonton dini hari pasti setuju—SGA lagi jadi wajah baru NBA.
Kesimpulan
Shai Gilgeous-Alexander sedang memimpin MVP race Januari 2026 dengan cara yang sangat meyakinkan. Statistik monster, konsistensi luar biasa, dan impact dua arah membuatnya jadi kandidat terkuat saat ini. Thunder yang memimpin NBA juga jadi bukti bahwa SGA bukan cuma scorer, tapi pemimpin tim juara. Di tengah persaingan ketat dari Jokić, Luka, dan Giannis, SGA punya momentum terbaik. Jika ia terus seperti ini hingga akhir musim, gelar MVP hampir pasti jadi miliknya. Pantau terus—Shai lagi menulis sejarah, dan Thunder lagi jadi tim yang paling ditakuti di liga. MVP race 2026 semakin panas, tapi SGA jelas di depan. Keep watching—dia belum selesai bikin gebrakan!