Ime Udoka Bangga Dengan Perkembangan Reed Sheppard. Pada konferensi pers usai kemenangan tipis 104-100 atas Golden State Warriors pada 27 November 2025, pelatih tim basket Houston Rockets, Ime Udoka, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap Reed Sheppard. “Reed telah menunjukkan perkembangan luar biasa, terutama di sisi pertahanan,” katanya santai, sambil menambahkan bahwa kontribusi sang guard kedua musim ini jadi kunci sukses tim yang kini pegang rekor 10-4 di Barat. Sheppard, yang meledak dengan career-high 31 poin, sembilan rebound, dan lima assist di laga itu, telah berubah dari rookie pemalu musim lalu jadi pilar backcourt yang solid. Udoka, yang sejak awal musim andalkan Sheppard sebagai pengganti Fred VanVleet yang cedera ACL, bilang ini soal kesempatan: “Ia ambil peluangnya dengan kedua tangan.” Di tengah musim NBA 2025/26 yang penuh cedera, perkembangan Sheppard jadi cerita manis bagi Rockets yang haus playoff setelah tujuh tahun absen. REVIEW KOMIK
Perkembangan Shooting yang Meledak: Ime Udoka Bangga Dengan Perkembangan Reed Sheppard
Musim lalu, Sheppard cuma rata-rata 4,4 poin dengan akurasi 35,1 persen dari lapangan—peran terbatas di bench. Kini, di tahun kedua, ia naik jadi 14,3 poin per game dengan 48,8 persen shooting dan 45,5 persen dari tiga angka. Udoka puji efisiensi itu: “Ia tak ragu lagi. Saat open, ia ambil tembakan tanpa pikir dua kali.” Di laga lawan Warriors, Sheppard cetak 31 poin dari 12-dari-18 tembakan, termasuk lima tiga angka—performanya bantu tim comeback dari defisit 12 poin di babak pertama. Ini lanjutan tren: dalam 10 laga terakhir, ia rata-rata 17,1 poin dengan 53,8 persen lapangan dan 47,1 persen tiga poin. Udoka bilang, “Ini bukan keberuntungan; ia latihan shot selection setiap hari.” Perkembangan ini isi lubang VanVleet, bikin Rockets rank ketujuh liga di three-point percentage 38,2 persen.
Kontribusi Defensif yang Tak Terduga: Ime Udoka Bangga Dengan Perkembangan Reed Sheppard
Udoka tekankan sisi pertahanan sebagai “rahasia terbesar” perkembangan Sheppard. Musim lalu, ia rank rendah di steals dan deflections; kini, ia pimpin tim dengan 2,1 steals per game dan banyak deflections yang picu transisi. “Defensifnya paling maju,” kata Udoka pasca-laga Warriors, di mana Sheppard curi bola dua kali dan switch sukses lawan Stephen Curry. Di usia 21 tahun, Sheppard—tinggi cuma 6 kaki 2 inci—sering ditarget, tapi ia adaptasi dengan positioning pintar dan hustle. Udoka bilang, “Ia stick nose in there, energize tim.” Ini bantu Rockets rank 12 di defensive rating 110,5, naik dari 22 musim lalu. Sheppard sendiri akui: “Pelatih ajarin saya baca pick-and-roll lebih baik.” Perkembangan ini krusial tanpa VanVleet, di mana Sheppard jadi “true point guard” sementara, dengan 3,3 assist per game.
Peran Lebih Besar di Starting Lineup
Udoka mulai andalkan Sheppard di starting lineup sejak November, terutama saat Kevin Durant absen personal reasons dan Tari Eason cedera oblique. Pada 26 November lawan Suns, ia starter pertama musim ini, main 27 menit dengan lima assist dan tiga steals meski shooting jelek. Udoka bilang, “Ia ambil kesempatan, dan itu bikin sulit tarik ia keluar.” Ini shift dari rookie season di mana ia cuma start tiga kali akhir musim. Kini, dengan empat starter tetap—Durant, Sengun, Thompson, Smith Jr.—Sheppard saingi spot kelima dengan Okogie atau Adams. Udoka yakin: “Ia address apa yang Fred lakukan: off-ball shooting dan create for others.” Di laga Warriors, Sheppard fasilitasi offense saat Durant out, ciptakan spacing untuk Sengun yang tambah 18 poin. Ini bikin Rockets 6-1 sejak ia dapat menit lebih, rank kedua Barat.
Kesimpulan
Ime Udoka punya alasan besar bangga dengan perkembangan Reed Sheppard—dari rookie 4,4 poin jadi guard kedua musim 14,3 poin yang solid dua sisi bola. Shooting meledak, defense tangguh, dan peran starter bikin ia kandidat Most Improved Player dini. Di tim yang haus gelar setelah rebuild panjang, Sheppard isi lubang VanVleet dan beri kedalaman. Udoka bilang, “Ia spark plug yang kami butuh.” Dengan rekor 10-4, Rockets siap playoff, dan Sheppard—dengan comfort role-nya—jadi kunci. Musim 2025/26 masih panjang, tapi tren ini janji cerita sukses: kesempatan plus kerja keras ubah talenta jadi bintang. Udoka tak sombong: “Ini baru awal; ia punya ruang besar untuk tumbuh.”